Menikmati hidup

Sudahkah kita merasakan hidup yang sebenar-benar hidup? Tak lagi risau akan masalah yang menimpa, kesedihan yang melanda, bisa tersenyum disaat musibah datang bertubi-tubi, atau menangis sekencang-kencangnya.

Ya, saat kita benar-benar bisa mengendalikan perasaan kita, tak lagi dikendalikan kepentingan dan ambisi. Jika seseorang telah bisa mencapainya, menurat saya saat itulah ia benar-benar menguasai hidupnya.

Lanjutkan Membaca

Galih, Ratna dan Politik

Pagi ini dalam bis menuju Hay Sabi` terjadi perbincangan yang cukup alot antara sepasang muda mudi, kita sebut saja Galih dan Ratna. Saya yang duduk dikursi belakang mencoba menyimak apa yang mereka perbincangkan, mata saya sibuk menyisiri setiap gedung-gedung yang dilewati bus, namun telinga saya terperangkap dalam obrolan mereka. Pagi yang masih sepi, menambah kesan hangat obrolan mereka, satu kali si Ratna berkata, “Tapi itu kan reklamasi bla..bla…” lalu Galih menyahut, “Ya, tapikan bla…”, Ratnapun tak mau kalah, “Lihat bagaimana ekonomi bla… bla…”, Galih kadang tediam, lalu Ratna melanjutkan, “Pihak asing Cina bla..bla…” sepertinya Galih tak mau kalah, “Ya, saya cuma bla..bla…”.
LANJUTKAN MEMBACA

Anime dan Masa Depan Indonesia

Saya termasuk orang yang sangat suka kartun jepang, terutama yang berkaitan dengan pandangan hidup, sejarah dan drama. Menurut saya, kartun Jepang lebih kaya akan nilai-nilai tersebut, dibandingkan drama Indonesia yang jalan ceritanya bertele-tele, episode yang beratus-ratus, kisahnyapun kebanyakan hampir sama, kisah percintaan sepasang muda-mudi yang berbeda status sosial atau ibu yang tamak akan harta anak tirinya. Dari hal tersebut, pada akhirnya saya bisa simpulkan bahwa, film layar lebar atau sinetron dari sebuah negara mencerminkan watak dan sosial negara tersebut, buktinya dalam kehidupan nyatapun kisah-kisah remeh tersebut kita temui, anak-anak muda yang ugal-ugalan, kisah cinta-cintaan, perebutan harta warisan, pembunuhan terencana dll, intinya perfileman kita belum sepenuhnya mencerdaskan bangsa. Bukan berarti juga saya berpendapat bahwa perfileman dari negeri asal doraemon tersebut sudah menunjukkan keidealan dalam moral dan sosialnya. Tolong jangan hakimi saya, tolong. Detail ideal sesuatu akan berbeda tergantung yang menilai dan perspektif yang mereka pakai, tapi paling tidak pada bagian mendasarnya kita semua sepakat bahwa negeri kita masih harus banyak berbenah. Ya, cukup. Lanjutkan Membaca

Ikhwan Modus

Ceritanya kira-kira begini, sewaktu bayangan matahari sudah sangat condong ke barat , seorang pemuda tanggung yang sedang mencoba peruntungannya dinegeri orang membuka jendela rumahnya, baru saja jendela dibuka sedikit terasa udara luar berebutan masuk disertai debu musim panas, udara dalam ruangan yang awalnya pengap dan panas akhirnya tinggal panasnya saja, Alhamdulillah. Kondisi pemuda ini sangat memiriskan, mata merah, tubuh lesu seperti kehilangan motivasi hidup saja, kalau sudah musim panas begini memang bawaannya jadi mudah lelah, bisa jadi penyebab lesu dan tidak konsentrasi adalah salah satu akibat dari kekurangan ion di tubuh kita, terima kasih iklan Mizon.

Lanjutkan Membaca

Rakaat Shalat Taraweh, 20 vs 8

Allah ﷻ telah menjadikan bulan Ramadhan sebagai bulan penuh keberkahan bagi umat-Nya, tidak ada seorangpun muslim yang tidak merindukannya, di bulan yang mulia ini juga setiap jiwa berlomba-lomba dalam meningkatkan ibadahnya demi mendekatkan diri kepada Allah ﷻ, menjadi hamba-Nya bertakwa. Namun yang sangat kita sesali ada sebahagian saudara-saudara kita sesama muslim yang tiba-tiba datang membisikkan ditengah-tengah masyarakat hal-hal yang mengganggu kesyahduan dan kekhusukan bulan penuh kemuliaan ini. Dan yang lebih disesali lagi adalah, banyak yang terhasut dengan perkataan-perkataan mereka, sehingga mulailah muncul kegaduhan ditengah-tengah umat, bahkan keluar kata-kata yang tidak seharusnya dilontarkan dari mulut seorang muslim kepada saudaranya yang muslim. Setiap mesjid berlomba-lomba menjadi yang paling “ideal” dari mesjid pesaingnya, didatangkanlah ustad-ustad yang bisa “membenarkan” amalan jama`ahnya, bahkan para ustad menjadikan momen ini sebagai ajang unjuk kebolehan ditengah masyarakat. Sangat miris memang.

Lanjutkan Membaca

Perjalanan ke Matruh & Siwa

Pada tanggal 20 sampai 22 Oktober yang lalu saya bersama rombongan dari kekeluargaan minang di Mesir berkesempatan untuk mengunjungi kota Matruh dan Siwa, dua tempat yang menjadi salah satu destinasi wisata  terbaik di Mesir. Perjalanan dimulai dari kota Kairo pada pukul setengah tiga dini hari menuju Matruh, perjalan 450 km ini menghabisakan waktu sekitar 6 jam.

Lanjutkan Membaca

Minangkabau

Setidaknya ada sekitar 300 suku bangsa di Indonesia, yang hidup berdampingan dan saling menghormati budaya masing-masing. Setiap suku memiliki keunikannya, mulai dari dialek, rumah tradisional dan adat istiadatnya. Diantara ratusan suku tersebut adalah suku Minangkabau, suku yang rumah makannya bisa ditemui dimana-mana, suku bangsa yang terkenal dengan budaya merantaunya, suku yang sangat menjunjung tinggi falsafah “adat basandi syara`, syara` basandi Kitabullah”, sebagai orang yang terlahir dari pasangan suami istri asli Minang, saya cukup merasa bangga dengan nama Minangkabau, ketika saya membaca kisah-kisah, sering terselip nama-nama tokoh yang memiliki darah Minang seperti saya, ketika membaca sejarah negeri ini, ada beberapa nama yang kata orang-orang mereka punya garis keturunan Minangkabau, sebagian dari mereka adalah politisi, ada juga para pujangga, sampai para saudagar kaya, begitu juga ketika saya jalan-jalan ke toko buku di kota Cairo, ada satu atau dua tokoh ulama Minang yang karyanya juga disejajarkan letaknya dengan karangan ulama-ulama dari Timur Tengah.

Lanjutkan Membaca

Proses atau Hasil

Terkadang kita sampai pada kebuntuan, saat dimana tidak ada pilihan selain pasrah atau menyerah.  Atau muncul sebuah pertanyaan, “Proses atau hasil?”.

Lanjutkan Membaca

Lagi-lagi tentang anime

Akhirnya, setelah penantian nan cukup panjang anime yang sudah saya tunggu-tunggu muncul juga. Judulnya A Silent Voice (聲の形 Koe no Katachi, juga diterjemahkan menjadi The Shape of Voice).  Film ini sebenarnya sudah tayang di negara asalnya 17 September 2016 kemarin dan untuk diluar Jepang mulai Februari sampai Mei 2017.  Anime ini hasil garapan Kyoto Animation, disutradarai oleh Naoko Yamada dan ditulis oleh Reiko Yoshida, menampilkan rancangan-rancangan karakter buatan Futoshi Nishiya dan musik buatan Kensuke Ushio. Film tersebut berdasarkan pada manga dengan nama yang sama yang ditulis dan diilustrasikan oleh Yoshitoki Ōima.

Lanjutkan Membaca

Menyusun Tangga Menuju Langit

Bagi seorang Muslim bulan Rajab merupakan bulan yang memiliki arti tersendiri, selain dengan datangnya bulan Rajab menjadi tanda dekatnya bulan Ramadhan, namun juga menjadi pengingat akan sebuah kisah memesona yang kita kenal dengan Isra` dan Mi`raj.

Lanjutkan Membaca…