Pemberhentian Selanjutnya

Bagi seorang mahasiswa kelulusan tentu sudah menjadi hal yang sangat diimpikan, karena setelahnya ada mimpi dan cita-cita yang harus diwujudkan.  Terbayang hari setelah hasil ujian akhir diumumkan akan baik-baik saja, berharap segala sesuatunya berjalan sesuai rencana. Tapi ternyata, tidak ada yang baik-baik saja, semua berada diluar perkiraan.

Setelah hampir satu bulan nilai ujian  para mahasiswa al-Azhar University diumumkan saya belajar beberapa hal, agaknya ini bukan hal yang baru, mungkin saya saja yang tidak terlalu peduli sebelumnya dengan pembelajaran yang ada dibalik kejadian-kejadian tersebut. Memang benar ternyata pepatah yang mengatakan “Kita baru tahu berharganya sesuatu, setelah kita kehilangan nya”.

Betapa berharganya waktu

Waktu yang saya lalu beberapa tahun terakhir ini selama berkuliah di Mesir terasa begitu cepat, tanpa saya sadari hari-hari yang saya lalui sudah menumpuk menjadi tahun yang berganti tahun . Ketika saya mencoba review hari-hari saya kebelakang rasanya banyak yang terbuang sia-sia, harusnya dengan waktu yang segitu ada banyak yang bisa saya lakukan untuk mengembangkan diri. Teringat sebuah hadis Rasulullah Saw

لَا تَزُولُ قَدَمَا عَبْدٍ يَوْمَ الْقِيَامَةِ حَتَّى يُسْأَلَ عَنْ أَرْبَعِ خِصَالٍ : عَنْ عُمُرِهِ ، فِيمَ أَفْنَاهُ ؟ وعَنْ شَبَابِهِ ، فِيمَ أَبْلَاهُ ؟ وَعَنْ مَالِهِ ، مِنْ أَيْنَ ؟ وَفِيمَ أَنْفَقَهُ ؟ وَعَنْ عِلْمِهِ ، مَاذَا عَمِلَ فِيهِ ؟

“Tidak akan bergerak seorang hamba diakhirat kelak sampai ia ditanya tentang empat perkara; bagaimana ia menghabiskan umurnya, bagaimana ia mengisi masa mudanya, tentang harta yang ia peroleh dan ia belanjakan, tentang apa yang telah ia perbuat dengan ilmu yang ia miliki”. (H.R Bazzar dan Thabrani)

Seperti sambaran petir disiang bolong, apakah memang sebegitu beratnya pertanggung jawaban pada hari perhitungan amal kelak?

Dan yang menariknya pada hadis ini, ada pertanyaan khusus tentang masa muda, bagaimana seorang hamba memanfaatkannya, apa yang telah ia lakukan ketika fisik mereka masih kokoh? Karena memang masa muda adalah gambaran umum bagaimana seorang hamba akan melalui hari-hari tuanya, jika masa mudanya saja sudah acak-acakan maka masa depannya tidak akan jauh berbeda.

Belajar dari tokoh-tokoh besar yang pernah mengguncang dunia dengan prestasinya, kebanyakan dari mereka memang memulainya dari masa muda, lihat bagaimana sayyidina `Ali mengemban tugas menggantikan Rasulullah diranjangnya ketika hendak pergi berhijrah, yang kita sama-sama ketahui bahwa hijrahnya nabi adalah sebuah peristiwa besar dalam sejarah Islam, memiliki dampak yang sangat luar bisa bagi perkembanan Islam pada periode-periode berikutnya dan ketika itu umur beliau baru belasan tahun. Lihat juga sahabat Usamah bin Zaid yang sudah menjadi panglima perang melawan tentara Romawi, dan didalam barisan mujahidin ada sahabat-sahabat senior seperti Abu Bakar, Umar, Sa`ad bin Abi Waqqas dan ketika itu umur beliau baru menginjak dua puluhan. Ada lagi Muahammad al-Fatih sang penakhluk Konstantinopel, ada puluhan ribu tentara yang dikemondoi sang al-Fatih muda.

Lalu kita yang sudah hidup mungkin seperempat abad apa yang telah kita lakukan? Kita dibuai dengan semboyan “Masa muda, masa untuk mencari jati diri”, memangnya jati diri yang bagaimana yang kita cari? Masih kurang kah label Muslim untuk dijadikan sebuah jati diri? Kita hidup dan mati hanya untuk mengabdi pada sang Pencipta, Allah Swt.

(نِعْمَتَانِ مَغْبُونٌ فِيهِمَا كَثِيرٌ مِنَ النَّاسِ: الصِّحَّةُ وَالْفَرَاغُ)

“Dua nikmat yang sering luput dari manusia; kesehatan dan waktu luang”. (H.R. Bukhari)

Hidup tak selalu sejalan dengan rencana kita

Pelajaran berikutnya adalah jangan berharap hari esok sesuai dengan rencana yang kita tuliskan hari ini, karena bagi saya hidup adalah sebuah rangkaian kemungkinan-kemungkinan yang  terstruktur rapi. Menjalani hidup berarti bermain tebak-tebakan, kita harus siap dengan segala kemungkinan terburuk, kadang buruk atau tidaknya tergantung bagaimana kita menyikapinya.

Banyak teman-teman yang saya kenal merasa sedih dengan hasil ujian mereka, ada yang harus rela mengulang ditingkat yang sama tahun depan, yang berarti juga harus menunda untuk pulang ke tanah air tercinta. Apalagi yang sudah tingkat akhir yang gagal lebih dari dua mata kuliah, mereka harus duduk di kelas yang sama tahun depan, bagi yang sudah ingin pulang untuk bertemu keluarga dan tidak pernah pulang sebelumnya satu tahun adalah waktu yang sangat lama. Ahh… hidup memang keras bung, apalagi hidup di ibu kota.

Tapi satu hal yang saya yakini seberat apapun cobaan yang datang pasti ada akhirnya, seperti bunyi lirik lagunya Ari Lasso “Badai pasti berlalu”, dan jangan kira beban yang orang lain pikul lebih ringan dari apa yang kita rasakan, semua orang punya beban sendiri-sendiri yang tidak kita ketahui, maka berpositif thinking sajalah.

Anda tidak sendiri

Akan selalu ada orang-orang yang sama-sama susah disekeliling kita, karena orang yang dalam kesusahan akan saling mengenal satu sama lainnya. Jadi menurut saya, selektif lah dalam memilih teman yang gagal, karena dengan teman gagal yang tepat kita bisa cepat belajar dari kegagalan dan membangun kembali semangat dan impian, percayalah! Percayalah!

Berani untuk mencoba planning B

Mungkin ada dari kita yang terlalu larut dalam kekecewan dan kegagalan sehingga stress bahkan sampai depresi, ayolah! Badai pasti berlalu kawan. Jalan kesuksesan tidak hanya satu, jadi jangan terlalu sedih jika rencana awal kita gagal, jauh-jauh hari harusnya kita sudah persiapkan lima, enam atau sepuluh bahkan rencana cadangan. Jika satu gagal masih ada stok cadangan untuk sukses, jalan menuju impian memang selalu dihiasi kerikil tajam dan duri, yang perlu kita lakukan jika terlalu lelah adalah rehat sejenak mengumpulkan tenaga, bukan mengumpati keadaan atau bahkan berjalan mundur.

« حُفَّتِ الْجَنَّةُ بِالْمَكَارِهِ وَحُفَّتِ النَّارُ بِالشَّهَوَاتِ »

“Surga itu dipagari rintangan dan neraka dihiasi kesenangan” (H.R. Muslim)

Karena dengan pengorbanan sesuatu menjadi lebih bernilai.

Selalu jalin komunikasi yang baik dengan Pencipta

Ini hal terakhir yang ingin saya sampaikan, kita sebagai makhluk-Nya tidak punya kuasa apa-apa, teruslah meminta bimbingan-Nya, ketika dada ini mulai sesak dengan segala masalah maka angkatlah tangan untuk  berdoa dengan segala pengharapan. Yakinlah doa kita akan dikabulkan, kerena ketika seorang hamba meminta pada Rabnya hanya ada tiga kemungkinan; dikabulkan sesuai permintaan, dikabulkan dengan sesuatu yang lebih baik dari yang ia minta dan kemungkinan terakhir Allah jadikan doa tersebut tambahan amal kebaikan di akhirat kelak.

Jika apa yang terjadi saat ini sudah sesuai dengan apa yang direncanakan maka bersiaplah untuk hari esok dengan segala kemungkinannya, karena kita tidak tahu ada apa dipemberhentian berikutnya.

 

Iklan

About farisanprimanamuslim

Seorang pelajar di salah satu kampus dibenua Afrika. Dari desa yang bernama Koto Tuo Mungka, bercita-cita bahagia selamanya.

Posted on 24 Agustus 2016, in Tanpa kategori and tagged , . Bookmark the permalink. 21 Komentar.

  1. Keren.. Entah harus komentar apa, semangat dalam belajar. Sebagai mahasiswa tingkat akhir seperti saya, tulisan ini “ngena” sekali, waktu itu rasanya cepat sekali berlalu. Sudah 4 tahun saja di tanah rantauan, mau tidak mau harus tetap semangat untuk kelulusan. Melanjutkan teka teki menyusun puzzel kehidupan ini. Semangat!!!!! 🙂

    Disukai oleh 1 orang

  2. Terbunuh oleh waktu yang tak kan kembali

    Disukai oleh 1 orang

  3. Abang lulusan Mesir, tak saya sangka 🙂

    Disukai oleh 1 orang

  4. Tetap semangat 🙂

    Disukai oleh 1 orang

  5. Mano lah nyo farisan ditunggu2 di surauparabek dak muncul2,,

    Disukai oleh 1 orang

  6. Usaha, semangat, dan bersyukuur siaap Mas Faris! 😀

    Disukai oleh 1 orang

  7. Nasehatnya ngena banget mas… terima kasih

    Satu hal yg paling menarik adalah pernyataan,
    “Tak cukupkah muslim sbg jati diri kita”
    Ini benar sekali, karena memang mnjadi seorang muslim yang bertaqwa sharusnya mnjadi jati diri kita yg sejatinya terukur.

    Selama ini kadang terjebak pada pencarian jati diri yg terasa sangat normatif dan susah digapai

    Disukai oleh 1 orang

  8. ditunggu tulisan2 super antum yang lainnya untuk perbaikan bangsa dari jalur kualitas SDMnya

    Disukai oleh 1 orang

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: